Musisi Indonesia menghibur lebih dari 10.000 penonton di Australia

August 11, 2015 5:04 am

image

Menghibur penonton saat turun minum pertandingan Rugby Nasional Australia (Sea Eagles VS Warriors) di Central Coast Stadiun NSW Australia.

Saat masuk ke Stadion dan melihat sekelilingnya, saya tidak menemukan panggung di tribun penonton ataupun di sisi lapangan. Kemudian saya menemui petugas yang manangani sound system. Setelah memperkenalkan diri saya bertanya,
“Di mana saya akan tampil?”
“Disana ditengah – tengah lapangan!” Katanya.
Seketika saya merasakan jantung saya berdetak sangat kencang. Senyum saya pun hilang entah kemana. Beruntung, ada sebotol air di tangan saya karena tiba – tiba tenggorokan saya jadi kering. Angin yang berhembus pun terasa sangat dingin. Saya sejenak duduk terdiam dan kemudian berdoa.
“Tuhan, saya tau Engkau ada disini bersama saya. Tapi mengapa? Mengapa harus saya yang akan berdiri menyanyi ditengah lapangan dan dalam Bahasa yang bukan Bahasa asli saya?” Apakah mereka tidak punya seorangpun yang dipilih untuk melakukan ini dan saya mungkin bisa berdiri disebelahnya menjadi musisi pendukung dan merasakan beban yang lebih ringan tetapi tetap kelihatan Keren 🙂 ?
Mengapa hanya saya,……diri saya…..dan aku……yang akan berdiri ditengah lapangan menghibur lebih dari 10.000 penonton?

Muncul Keraguan dan Kekawatiran

     Terlintas dalam benak saya saat saya berusaha mencari pekerjaan bermain musik dari satu pintu ke pintu lain di Australia. Saat seorang manager tempat hiburan mengatakan, “Dalam bahasa apa anda akan bernyanyi? Saat saya bekerja keras lima hari seminggu membersihkan dapur sebuah hotel dari jam 11 malam sampai 7.30 pagi dng gaji yang tidak seberapa. Hanya demi bisa menabung untuk membeli peralatan musik.
Saya juga teringat seseorang yang agak mabuk di suatu Bar tempat saya tampil memaki saya diatas panggung dan memelorotkan celananya untuk menunjukan (maaf) pantatnya hanya karena menurut dia sebuah lagu yang saya bawakan tidak cukup membuat dia senang. Juga teringat saat saya menangis karena semua usaha mendapatkan pekerjaan terasa sia2. Beberapa kali saya mengatakan kepada mereka saat melamar pekerjaan menyanyi,
“Berikan saya kesempatan untuk menunjukan bahwa saya tidak akan mengecewakan anda”. Dan mereka hanya menjawab dng senyuman. Tidak jarang senyuman sinis juga.
Kemudian saya tersadar bahwa kesempatan yang saya dambakan itu ada didepan mata dan hanya dalam beberapa menit lagi saya harus menunjukan kemampuan saya. Dalam hati saya berkata kepada diri saya sendiri,
“Saya anak tentara yang dididik keras menghadapi tantangan. Berhenti mengeluh! Kamu ingin tantangan untuk kehidupanmu yg lebih baik. Jangan hanya berani mengeluh saja tapi saat tantangan itu ada didepan mata kamu ingin lari!”.

MC membacakan Biografi dan menyebutkan Bali, Indonesia

       Tiba – tiba saya dikagetkan oleh MC yang menyebutkan nama saya melalui pengeras suara dan membacakan biografi dari website saya, www.budibone.com. Dimana kata – kata dalam kalimat pertama menyebutkan Bali, Indonesia. Kemudian petugas sound system bertanya apakah perlu bantuan untuk mengangkat pegangan wireless microphone ketengah lapangan? Saya jawab, “Tidak, terima kasih!”

      Kekhawatiran itu kembali menyerang benak saya. Seolah stand microphone yang saya bawa adalah stand dari sasaran bidik dan saya adalah papan sasaran bidik itu sendiri. Bagaimana kalau tiba2 saya salah menyanyi dan semua penonton kompak teriak “Boo!” Tetapi seketika timbul semangat Kebangsaan saya karena MC sebelumnya menyebutkan dari mana saya berasal. Berarti saat ini saya mewakili Indonesia juga disini. Saya lalu memotivasi diri saya sendiri untuk menggunakan microphone, guitar Yamaha yang juga buatan Indonesia dan diri saya sendiri sebagai senjata untuk menembak tepat di hati lebih dari 10.000 penonton di stadiun di Australia ini dengan musik dan suara saya untuk menghibur mereka.

        Apakah motivasi saya berhasil atau tidak, silahkan saksikan video dibawah ini. Rekan – rekan sebangsa dan setanah air silahkan menonton dan apabila berkenan memberikan komentar tentang penampilan saya. Terima kasih.

“Dirgahayu Indonesiaku yang ke 70!”
Saya bangga sebagai orang Indonesia, bagaimana dengan anda?

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *